Tips Investasi yang Aman

Investasi yang AmanInvestasi penting dilakukan oleh setiap orang tak terkecuali yang masih single sekalipun. Investasi yang dilakukan dapat melindungi aset dari gerusan inflasi. Di samping itu, investasi juga bisa menjadi jaminan untuk hidup yang lebih baik di masa depan. Akan tetapi, investasi juga bisa merugikan di mana memperburuk kondisi keuangan atau bahkan menghilangkan aset total. Lantas, apa yang bisa dilakukan? Ikuti tips-tips berikut untuk investasi yang aman:

Pilih investasi yang dikuasai

Pilih instrumen yang benar-benar Anda kuasai. Jangan sampai memilih instrumen hanya karena return yang tinggi, ikut-ikutan teman, atau karena sedang tren saja. Dengan begitu, setidaknya Anda dapat meminimalisir hal-hal yang dapat merugikan karena telah menguasai penuh. Berikut beberapa beberapa instrumen investasi yang ada:

  • Forex. Forex merupakan investasi dalam bentuk perdagangan mata uang asing. Kunci sukses dalam investasi ini adalah analisa teknikal (analisa yang memanfaatkan grafik) & analisa fundamental (analisa yang mengandalkan berita ekonomi dunia), manajemen keuangan yang baik (mulai dari pengaturan modal, batasan resiko per trading, sampai dengan batasan resiko maksimum), emosi yang dapat dikontrol. Investasi forex kabarnya bisa dimulai dengan $100.
  • Reksadana. Modal yang dimiliki akan diberikan ke manajer investasi. Kemudian, manajer investasi bakal mengalokasikan dana tersebut ke dalam portfolio investasi seperti saham, obligasi, atau lain sebagainya, ini yang disebut investasi reksadana. Investasi reksadana sendiri dapat dibagi menjadi 4 jenis yakni reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Investasi reksadana kabarnya dapat dimulai dengan dana 100 ribu rupiah saja.
  • Deposito. Untuk memulai investasi deposito, Anda setidaknya harus memiliki modal sekitar 10 juta rupiah. Anda bakal mendapatkan bunga sesuai dengan kebijakan pihak bank (umumnya lebih besar dibanding tabungan) dari deposito ini. Untuk bisa mengambilnya, ada jangka waktu umumnya 3, 6, 12, atau 24 bulan.

Pertimbangkan yang tidak tergerus laju inflasi

Sebelum berinvestasi pastikan investasi tersebut tidak tergerus laju inflasi yang kian tahu makin meningkat. Investasi properti berupa rumah, tanah, apartemen, dll merupakan bentuk investasi yang memenuhi kriteria ini. Bagaimana tidak dari tahun ke tahun harga properti makin meningkat tajam, betul? Begitu mahalnya, tak sedikit orang yang terpaksa harus memanfaatkan fasilitas KPR (Kredit Pemilikan Rumah) untuk bisa memiliki rumah idaman. Akan tetapi, untuk bisa melakukan investasi properti butuh modal yang tidak sedikit. Untuk rumah kavling, lebih kurang Anda harus menyiapkan anggaran mulai dari 75 juta Rupiah (tergantung dari lokasi, bentuk, dan luas lahan). Di samping itu, emas pun jadi bentuk investasi lain yang tidak tergerus laju inflasi. Emas di sini adalah emas batangan bukan emas perhiasan.

Ketahui kelemahan masing-masing instrumen

Sebelum menentukan pilihan, pastikan untuk mengetahui kelemahan dari masing-masing instrumen investasi. Selain masih ada kesempatan untuk memilih instrumen investasi lain, hal ini diharapkan agar dapat mencari solusi terhadap kelemahan tersebut. Lebih lanjut, berikut kelemahan dari beberapa instrumen investasi:

  • Forex. Harus punya skill trading yang benar-benar mumpuni, jika tidak bakal gagal total.
  • Reksadana. Biaya relatif tinggi, return yang fluktuatif, & tidak ada jaminan keuntungan jadi kelemahannya.
  • Deposito. Waktu pengambilan deposito bervariasi yakni 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan. Jika diambil sebelum jangka waktu, bakal dikenakan denda. Pajak deposito pun terbilang tinggi.
  • Emas perhiasan. Selain dijadikan investasi, emas perhiasan bisa untuk menunjang penampilan. Namun, ketika dijual harga emas bakal di bawah harga belinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *